Senin, 16 Maret 2020

ISOLASI CORONA

ISOLASI CORONA بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Mungkin dari beberapa teman kita ada yang menanyakan atau masih bingung dengar istilah LOCKDOWN perihal akhir-akhir ini tentang pemberitaan kota-kota atau negara yang meng LOCKDOWN wilayah nya karena virus Corona. Negara ato kota yang di LOCKDOWN maksudnya adalah negara ato kota wilayah tersebut yang sedang di tutup ato tertutup, lebih spesifik nya di ISOLASI. Praktik mengisolasi suatu wilayah di karena kan kekuatiran akan adanya penyakit menular secara epidemi (menular secara acak kepada siapa saja) ternyata sudah pernah di praktekkan umat Muslim di jaman Rasulullah saw. Di kisah kan dulu negri Syam pernah dilanda wabah mematikan yang bernama Tha'un, dimana tubuh orang yang terkena wabah tersebut akan tumbuh benjolan-benjolan yang akan pecah keluar darah dari benjolan tersebut, mungkin seperti cacar api. Dan Rasulullah memerintahkan agar penduduk nya (umatnya) mengisolasi kan diri.. Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini: إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari) Bagi orang kafir wabah tersebut adalah adzab, sedang bagi orang mukmin yang tetap bersabar dengan putusan Allah apapun yang akan terjadi pada dirinya bila tetap tinggal di tempat tersebut, akan di janjikan syahid bila meninggal.. Berikut hadits Nabi dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang thaun (wabah penyakit yang mematikan). Beliau memberitahuku bahwa thaun adalah: عذاب يبعثه الله على من يشاء، وأن الله جعله رحمة للمؤمنين، ليس من أحدٍ يقعُ الطاعونُ فيمكث في بلده صابراً محتسباً، يعلم أنه لا يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر شهيد “Adzab yang Allah kirim kepada orang yang Dia kehendaki. Allah jadikan thaun sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang di negerinya mewabah thaun lalu ia tetap berada di situ dengan sabar dan berharap pahala, ia tahu tidak ada musibah yang menimpanya kecuali apa yg telah Allah tetapkan bagi dirinya melainkan baginya pahala seperti pahala seorang syahid.” (HR. Al-Bukhari) Moga kita di beri kekuatan untuk bisa melewati semua ini dengan baik.. Akhirnya saya dan kita semua patut berdoa kepada Allah: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Hibban, dan selainnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar